Pengaruh Influencer Marketing dan Social Proof terhadap Impulse Buying pada Pengguna TikTok Shop Generasi Z di Kecamatan Cengkareng

Authors

  • Putri Izhari Ramdhona Universitas Bina Sarana Informatika Author
  • Mahmud Syarif Universitas Bina Sarana Informatika Author
  • Desy Tri Anggarini Universitas Bina Sarana Informatika Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/qtmsjt36

Keywords:

Influencer Marketing, Social Proof, Impulse Buying

Abstract

Kemajuan dalam teknologi digital serta meningkatnya pemanfaatan e-commerce telah mempengaruhi cara pengguna berperilaku, terlihat dari melonjaknya fenomena impulse buying di situs belanja online seperti TikTok Shop. Adanya konten influencer marketing diikuti juga dengan social proof dari pengguna lain yang berupa review dan penilaian produk. Kajian ini berorientasi dalam menganalisis pengaruh influencer marketing dan social proof terhadap impulse buying pada pengguna TikTok Shop Generasi Z di Kecamatan Cengkareng. Riset ini dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan via kuesioner kepada 100 responden dengan kriteria pernah berbelanja di TikTok Shop, Generasi Z dan tinggal di Kecamatan Cengkareng. Variabel bebas yang diuji dalam penelitian ini yaitu influencer marketing (X1) dan social proof (X2), variabel dependennya yaitu impulse buying (Y). Data diolah menggunakan software SPSS versi 25. Temuan analisis data secara individual menegaskan bahwa influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying, sedangkan social proof berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impulse buying. Secara simultan, influencer marketing dan social proof berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan R2 yang diperoleh mencapai 0,585 atau 58,5%. Penelitian ini mengindikasikan strategi pemasaran digital dengan pemanfaatan influencer marketing secara efektif dapat meningkatkan impulse buying di TikTok Shop, khususnya pada Generasi Z di Kecamatan Cengkareng. Disisi lain, semakin sering seseorang melihat social proof pada produk di TikTok Shop, maka perilaku belanja impulsif pada konsumen akan menurun.

 

References

Ahmed, Z. (2021). Understanding the Global E-commerce growth -A review. International Journal of Business and Management Invention, 10(11), 50–53. https://doi.org/10.35629/8028-1011015053

Gitnux. (2026). Statistik Pembelian Impulsif. https://gitnux.org/impulse-buying-statistics/

Huang, W., Wang, X., Zhang, Q., Han, J., & Zhang, R. (2025). Beyond likes and comments: How social proof influences consumer impulse buying on short-form video platforms. Journal of Retailing and Consumer Services, 84(3), 104199. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2024.104199

Jaya, D. Y., Herwinsyah, & Fatwanto, A. (2024). Analisis Pengaruh Harga Jual dan Social Proof dalam Menentukan Keputusan Pembelian Barang Pada Website E-Commerce. 129–140. https://doi.org/10.30864/eksplora.v12i2.1041

Maghfuroh, Z., & Asyhari. (2025). PENGARUH EVENT TWIN DATE DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP IMPULSE BUYING MELALUI FEAR OF MISSING OUT ( FoMO ) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PENGGUNA TIKTOKSHOP DI KOTA SEMARANG. 5, 210–220.

Maulana, B. (2025). Laporan e-Conomy SEA: Perekonomian Digital Indonesia Terbesar di ASEAN. menjadi kontributor terbesar terhadap GMV nasional.

Mia, N., & Maulana, R. (2023). PENGARUH PROGRAM DISKON DAN SOCIAL PROOF TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE DI SHOPEE (STUDI KASUS KONSUMEN DI KOTA SUKABUMI). 47–60.

Naeem, M. (2020). The role of social media to generate social proof as engaged society for stockpiling behaviour of customers during Covid-19 pandemic. https://doi.org/10.1108/QMR-04-2020-0050

Purnomo, Y. J. (2023). Digital Marketing Strategy to Increase Sales Conversion on E- commerce Platforms. 1(2), 54–62.

Raharjo, V. S., Sukoco, I., Barkah, C. S., & Achmawati Novel, N. J. (2023). Penerapan Strategi Influencer Marketing melalui Media Sosial. 10. https://doi.org/10.31289/jkbm.v10i1.9979

Riadi, M. (2023). Pembelian Impulsif (Pengertian, Karakteristik, Aspek, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi). https://www.kajianpustaka.com/2020/11/pembelian-impulsif.html

Ridha, A. (2025). The fandom pressure effect: how social proof, fomo and limited edition messages drive impulsive buying. 2(4), 225–238. abadiinstitute.org/index.php/JUMAWA/article/view/397/version/397 Abstract

Septi Anjani, D., & Mubarok Aziz, D. A. (2025). Pengaruh Brand Engagement , Influencer Marketing , Hedonic Shopping Value terhadap Impulsive Buying pada produk Skintific di Platform Tiktok (Studi pada Gen Z di Kota Bandung). 5(1).

Statista. (2026). Retail e-commerce sales worldwide from 2022 to 2030. https://www.statista.com/statistics/379046/worldwide-retail-e-commerce-sales/

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet. 27). ALFABETA.

Violin, Afifah, N., Purmono, B. B., & Setiawan, H. (2025). Online Customer Review dan Content Marketing Terhadap Impulse Buying Produk Skincare Glad2Glow Di Platform Tiktok Dengan Influencer Sebagai Variabel Moderasi. 3(1), 1–28.

Widodo, M. S. (2024). PENGARUH FOMO DAN SALES PROMOTION TERHADAP IMPULSE BUYING , DENGAN GENDER SEBAGAI. 08, 36–44.

Wirapraja, A., Hariyanti, N. T., & Aribowo, H. (2023). Kajian Literatur Pengaruh Digital Influencer Marketing terhadap Perkembangan Strategi Bisnis. 3(1), 37–47. https://doi.org/https://doi.org/10.24002/konstelasi.v3i1.7098

Wulansari, K. (2025). ANALISIS PENGARUH INFLUENCER MARKETING, FLASH SALE DAN METODE PEMBAYARAN PAYLATER TERHADAP IMPULSE BUYING (Studi Kasus Konsumen Shopee di Kabupaten Semarang).

Published

2026-08-30

How to Cite

Ramdhona, P. I., Syarif, M. ., & Anggarini, D. T. . (2026). Pengaruh Influencer Marketing dan Social Proof terhadap Impulse Buying pada Pengguna TikTok Shop Generasi Z di Kecamatan Cengkareng. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen Indonesia, 2(2), 5013-5026. https://doi.org/10.63822/qtmsjt36