Sains Tanpa Jiwa Berbahaya: Mengapa Integrasi Ilmu Menjadi Kunci Menghadapi Disrupsi Teknologi
DOI:
https://doi.org/10.63822/5zhhq473Keywords:
Disrupsi Teknologi, Dikotomi Ilmu, Integrasi Il mu, Sains Tanpa Jiwa, Nilai ProfetikAbstract
Gelombang disrupsi teknologi di abad ke-21 tidak hanya membawa pembaruan teknis dan efisiensi, tetapi juga memicu krisis moral, sosial, dan spiritual seperti maraknya hoaks, penipuan digital, perundungan siber, dan pelanggaran privasi akibat penyalahgunaan data. Fenomena "sains tanpa jiwa" ini lahir akibat adanya dikotomi antara ilmu umum (sains-teknologi) dan ilmu agama (etika-spiritual), di mana inovasi dikembangkan secara bebas nilai (value-free) demi keuntungan materi semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas pentingnya konsep integrasi ilmu sebagai kunci krusial menghadapi disrupsi teknologi serta bagaimana menginternalisasikannya dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan tahapan analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi ilmu berfungsi sebagai jembatan epistemologis yang mendudukkan nilai spiritual dan iman sebagai pemandu, pengontrol, dan pemberi arah laju inovasi teknologi agar tidak bersifat destruktif. Di tingkat perguruan tinggi, internalisasi nilai-nilai profetik (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah) dalam kurikulum menjadi fondasi struktural untuk membentuk karakter mahasiswa agar adaptif terhadap teknologi, bijaksana, dan mampu memanfaatkan keilmuannya demi kemaslahatan masyarakat luas.
References
Firdaus, A. (2026). Integrasi Ilmu Dalam Perspektif Al- Qur ’ an. 2(1), 37–44.
Hadi, A., & Laras, P. B. (2021). Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan Inklusi. Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan Dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan, 4(1), 17–24.
Januari, N., & Syahrani, N. (2026). Representasi Spiritualitas dan Krisis Diri Manusia Modern : Telaah Pemikiran Seyyed Hossein Nasr dalam Budaya Media Sosial fundamental cara manusia membangun identitas , mengekspresikan nilai , serta memahami. November 2025.
Rizal, A., Sinring, A., & Kamaruddin, S. (2026). Model Rekonstruksi Teori Pendidikan dalam Lanskap Society 5 . 0 : Pendekatan Interdisipliner dan Transformatif. 9, 514–522.
Rosita, N. (2025). Hakikat Tuhan, Manusia, Masyarakat, Alam, dan Ilmu Pengetahuan serta Implikasinya dalam Pendidikan Islam.
Supriani, Y., & Arifudin, O. (2022). Kepemimpinan Pendidikan di Era Disrupsi. 5, 153–161.
the Ethics of Artificial Intelligence. (2021). November.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anggi Juliana Sari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




