Karakteristik Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Kasus Tindak Pidana Lingkungan Hidup

Authors

  • Irohman Syaputra Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author
  • Aturkian Laia Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/4h9wr252

Keywords:

corporate criminal liability; environmental crimes; corporate fault; judgment execution.

Abstract

Corporate activities drive economic growth but also serve as a primary source of environmental degradation in Indonesia, including waste pollution and land fires. This normative legal research examines the characteristics of corporate criminal liability in environmental offenses using statutory, conceptual, and case approaches. The analysis focuses on liability characteristics, positive law regulations, and enforcement obstacles. The results indicate that corporate liability is both derivative and autonomous, where institutional fault is construed as a systemic failure in policy and environmental compliance culture. Although Law No. 32/2009 and Supreme Court Regulation No. 13/2016 are established, implementation remains hindered by mens rea proof difficulties, judicial disparity, and weak judgment execution. This study recommends strengthening corporate fault doctrine through a corporate compliance failure model.

References

Afandi, F., Adianto, D., Listiningrum, P., & Lovina, M. W. (2023). Penggunaan bukti ilmiah dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam putusan perkara pidana materiil lingkungan hidup di Indonesia tahun 2009–2020. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(1), 77–120. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i1.500

Anantama, A. T., Munawir, Z., & Rafiqi. (2020). Pertanggung jawaban pidana karyawan korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup (Studi Putusan No. 133/Pid.B/2013/PN. MBO). Jurnal Ilmiah Hukum, 2(133), 119–131.

Aripkah, N. (2020). Persoalan kriteria batasan pertanggungjawaban pidana korporasi: Tinjauan terhadap Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(2), 367–387.

Fitriani, H. Y. (2021). Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup berdasarkan asas strict liability (Studi kasus pencemaran lingkungan oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) Kabupaten Sukoharjo). Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 8(2), 64–73. https://doi.org/10.20961/hpe.v8i2.49757

ICJR (Institute for Criminal Justice Reform). (2017). Mendorong penegakan pertanggungjawaban korporasi dalam perkara pidana: Perma No. 13 Tahun 2016 dan tantangannya. https://icjr.or.id/mendorong-penegakan-pertanggungjawaban-korporasi-dalam-perkara-pidana-perma-no-13-tahun-2016-dan-tantangannya/

IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association). (2016). Tindak pidana korporasi dan cara penanganannya (Perma No. 13/2016): Tinjauan singkat dari perspektif manajemen risiko. https://irmapa.org/tindak-pidana-korporasi-dan-cara-penanganannya-perma-no-132016-tinjauan-singkat-dari-perspektif-manajemen-risiko/

Isabella, D., & Ravizki, E. (2024). Analisis yuridis pembuktian tindak pidana lingkungan hidup yang dilakukan oleh korporasi (Studi Putusan Nomor: 131/PID.B/2013/PN.MBO). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(21), 200–211.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2058.

Mahrus Ali. (2013). Asas-asas hukum pidana korporasi. Raja Grafindo Persada.

Mongabay Indonesia. (2014, 17 Juli). Bakar lahan gambut, PT. Kallista Alam dihukum denda Rp 3 miliar, penjara 3 tahun. https://mongabay.co.id/2014/07/17/bakar-lahan-gambut-pt-kallista-alam-dihukum-denda-rp-3-miliar-penjara-3-tahun/

Mongabay Indonesia. (2018, 14 Mei). Kasus pembakar Rawa Tripa: Aneh, Pengadilan Negeri Meulaboh batalkan putusan Mahkamah Agung. https://www.mongabay.co.id/2018/05/14/kasus-pembakar-rawa-tripa-aneh-pengadilan-negeri-meulaboh-batalkan-putusan-mahkamah-agung/

Muladi, & Arief, B. N. (1998). Teori-teori dan kebijakan pidana. Alumni.

Muladi, & Priyatno, D. (2010). Pertanggungjawaban pidana korporasi. Kencana Prenada Media Group.

Pengadilan Negeri Tilamuta. (2016). Penerapan pertanggungjawaban korporasi dalam hukum pidana. https://pn-tilamuta.go.id/2016/05/23/penerapan-pertanggungjawaban-korporasi-dalam-hukum-pidana/

Priyatno, D. (2017). Kebijakan legislasi tentang sistem pertanggungjawaban pidana korporasi di Indonesia. Prenada Media Group.

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1554 K/Pid.Sus/2015.

Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh Nomor 131/Pid.B/2013/PN.MBO (PT Kallista Alam).

Putusan Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 526/Pid.Sus-LH/2017/PN Trg (PT Indominco Mandiri).

Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 201/PID/2014/PT.BNA.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5059.

Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Setiyono. (2013). Teori-teori dan alur pikir penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi. Bayumedia Publishing.

Sjahdeini, S. R. (2006). Pertanggungjawaban pidana korporasi. Grafiti Pers.

Unwahas (Universitas Wahid Hasyim). (2021). Pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap tindak pidana pembuangan limbah tanpa izin [Analisis putusan PT Indominco Mandiri]. https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/QISTIE/article/download/14184/6656

Published

2026-07-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

Syaputra, I., & Laia, A. . (2026). Karakteristik Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Kasus Tindak Pidana Lingkungan Hidup. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 7914-7923. https://doi.org/10.63822/4h9wr252

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>