Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Cyberbullying di Kalangan Remaja Berdasarkan UU ITE

Authors

  • Maskadi Maskadi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author
  • Aturkian Laia Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/2qmg2a96

Keywords:

cyberbullying; criminal liability; adolescents; ITE Law; child protection

Abstract

Technological advancements increase the risk of adolescent cyberbullying. This complex phenomenon arises because both perpetrators and victims are generally minors. This normative juridical research analyzes cyberbullying regulations, adolescent criminal liability, juvenile justice system law (UU SPPA) implementation, victim protection, and law enforcement obstacles. Results show cyberbullying is not regulated as a distinct offense, but its elements are scattered across provisions regarding defamation, threats, extortion, and hate speech. Criminal liability remains possible for adolescents, but its application must comply with restorative justice and rehabilitation principles under UU SPPA. Conversely, victim protection is still hindered by digital evidence, low legal literacy, informal settlements, and suboptimal inter-agency coordination. Therefore, adolescent cyberbullying enforcement requires a balanced model harmonizing victim protection, juvenile perpetrator rehabilitation, and legal certainty in Indonesia's digital space.

References

Aiman, U., Arifin, R., & Hartono, H. (2024). Sanksi pidana pelaku cyberbullying remaja berdasarkan pembaruan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jurnal Hukum Siber Indonesia, 5(1), 12–29. https://doi.org/10.31219/osf.io/hcb82

Arief, B. N. (2018). Masalah penegakan hukum pidana dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Kencana.

Asria, M., & Wahid, A. (2025). Diversi dan penegakan hukum progresif bagi anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dalam kasus kekerasan digital. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 54(2), 211–225. https://doi.org/10.14710/mmh.54.2.2025.211-225

Chisholme, J. F. (2014). Review of the status of cyberbullying and cyberbullying prevention. Journal of Child and Adolescent Behavior, 2(5), 1–7. https://doi.org/10.4172/2375-4494.1000174

Gultom, M. (2014). Perlindungan hukum terhadap anak dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Refika Aditama.

Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2015). Bullying beyond the schoolyard: Preventing and responding to cyberbullying (2nd ed.). Corwin Press.

Kowalski, R. M., Giumetti, G. W., Schroeder, A. N., & Lattanner, M. R. (2014). Bullying in the digital age: A critical review and meta-analysis of cyberbullying research among youth. Psychological Bulletin, 140(4), 1073–1137. https://doi.org/10.1037/a0035618

Makarim, E. (2012). Tanggung jawab hukum penyelenggara sistem elektronik. Rajawali Pers.

Nasrullah, R. (2016). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nugroho, A. S., & Safitri, N. (2024). Dekonstruksi motif 'candaan' dalam delik cyberbullying remaja: Analisis mens rea dan pertanggungjawaban pidana. Jurnal Kriminologi Indonesia, 20(2), 145–160. https://doi.org/10.7454/jki.v20i2.1102

Pratama, R. A., & Handayani, I. (2024). Implementasi restorative justice melalui mekanisme diversi terhadap perundungan siber anak. Jurnal Hukum Peratun, 7(2), 98–115. https://doi.org/10.25216/peratun.7.2.2024.98-115

Ramadhani, S. R. (2025). Urgensi pelindungan korban perundungan siber (cyberbullying) dalam pembaruan hukum pidana Indonesia. Jurnal Hukum Pembangunan, 55(1), 44–59. https://doi.org/10.21143/jhp.vol55.no1.1238

Savitri, D., & Utami, T. (2024). Dampak psikologis jejak digital abadi pada korban cyberbullying usia remaja. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 12(3), 320–335. https://doi.org/10.22146/jpsi.v12i3.89410

Smith, P. K., Mahdavi, J., Carvalho, M., Fisher, S., Russell, S., & Tippett, N. (2008). Cyberbullying: Its nature and impact in secondary school pupils. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 49(4), 376–385. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2007.01846.x

Soekanto, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. PT RajaGrafindo Persada.

Tokunaga, R. S. (2010). Following you home from school: A critical review and synthesis of research on cyberbullying victimization. Computers in Human Behavior, 26(3), 277–287. https://doi.org/10.1016/j.chb.2009.11.014

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 3.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 153.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.

Wahyudi, S. (2023). Pengaruh peer pressure terhadap pembentukan mens rea pada tindak pidana anak di ruang digital. Jurnal Peradilan Anak, 9(1), 55–70. https://doi.org/10.33474/jpa.v9i1.1892

Published

2026-07-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

Maskadi, M., & Laia, A. . (2026). Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Cyberbullying di Kalangan Remaja Berdasarkan UU ITE. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 7858-7866. https://doi.org/10.63822/2qmg2a96

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>